Menyikat gigi adalah kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Namun, apakah cara menyikat gigi yang dilakukan selama ini sudah benar?
Banyak orang merasa sudah rutin menyikat gigi dua kali sehari, tetapi masih mengalami masalah seperti gigi berlubang, plak menumpuk, gusi berdarah, atau bau mulut. Salah satu penyebabnya bisa karena bukan hanya frekuensinya yang penting, tetapi juga teknik menyikat gigi, durasi, tekanan, serta bagian-bagian gigi yang dibersihkan.
Menurut rekomendasi perawatan kesehatan mulut dari organisasi kedokteran gigi, menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari selama sekitar dua menit menggunakan pasta gigi berfluoride. Sikat gigi juga perlu digunakan dengan lembut agar plak dapat dibersihkan tanpa memberikan tekanan berlebihan pada gigi dan gusi.
Berikut cara menyikat gigi yang benar dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
1. Gunakan Sikat Gigi yang Sesuai
Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut dan ukuran kepala sikat yang dapat menjangkau bagian-bagian gigi dengan nyaman. Sikat gigi manual maupun elektrik dapat digunakan, selama teknik penggunaannya dilakukan dengan benar dan seluruh permukaan gigi dibersihkan secara menyeluruh.
Sikat gigi yang bulunya sudah mekar atau rusak sebaiknya segera diganti. Secara umum, penggantian sikat gigi dianjurkan setiap sekitar tiga sampai empat bulan, atau lebih cepat apabila bulu sikat sudah terlihat aus.
2. Gunakan Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride
Fluoride merupakan salah satu kandungan penting dalam pasta gigi karena membantu melindungi gigi dari risiko kerusakan akibat karies. Menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride merupakan bagian dari rekomendasi perawatan mulut sehari-hari untuk membantu menjaga kesehatan gigi.
Untuk penggunaan sehari-hari, jumlah pasta gigi tidak perlu terlalu banyak. Yang terpenting adalah menyikat seluruh permukaan gigi dengan teknik yang tepat dan durasi yang cukup.
3. Arahkan Sikat ke Area Pertemuan Gigi dan Gusi
Salah satu bagian yang sering terlewat saat menyikat gigi adalah garis gusi. Padahal, plak dapat menumpuk di area pertemuan antara gigi dan gusi.
Teknik yang umum direkomendasikan adalah menempatkan sikat gigi dengan kemiringan sekitar 45 derajat ke arah garis gusi, kemudian membersihkan dengan gerakan pendek dan lembut. Hindari menekan sikat terlalu keras karena menyikat dengan tekanan berlebihan dapat mengiritasi gusi dan berpotensi menyebabkan masalah pada jaringan gusi maupun permukaan gigi.
4. Bersihkan Semua Permukaan Gigi
Menyikat bagian depan gigi saja tidak cukup. Agar lebih menyeluruh, pastikan Anda membersihkan tiga area utama berikut:
Permukaan luar gigi
Bagian yang terlihat saat tersenyum.
Permukaan dalam gigi
Bagian yang menghadap ke lidah dan langit-langit mulut. Area ini sering terlewat karena tidak mudah terlihat.
Permukaan kunyah gigi
Terutama pada gigi belakang yang memiliki lekukan dan digunakan untuk mengunyah makanan.
Untuk bagian dalam gigi depan, sikat dapat diposisikan lebih tegak atau vertikal agar area tersebut lebih mudah dijangkau. Bersihkan dengan beberapa gerakan lembut.
5. Sikat dengan Lembut, Jangan Terlalu Kuat
Masih banyak yang menganggap menyikat gigi lebih keras akan membuat gigi menjadi lebih bersih. Padahal, tekanan yang terlalu kuat bukan berarti hasil pembersihannya lebih baik.
Sikatlah dengan gerakan yang lembut dan terkontrol. Fokuslah pada ketelitian untuk menjangkau setiap bagian gigi, bukan pada kekuatan tekanan tangan. Menyikat terlalu keras dapat meningkatkan risiko iritasi pada gusi dan masalah seperti resesi gusi.
6. Luangkan Waktu Sekitar Dua Menit
Menyikat gigi terlalu terburu-buru membuat beberapa bagian mudah terlewat. Karena itu, rekomendasi umum adalah menyikat gigi dua kali sehari selama sekitar dua menit.
Salah satu waktu yang penting adalah sebelum tidur. Pada malam hari, mulut akan lebih lama tidak mendapatkan asupan makanan dan produksi saliva dapat menurun saat tidur. Membersihkan gigi sebelum tidur membantu mengurangi sisa makanan dan plak yang menempel selama aktivitas sepanjang hari.
7. Setelah Menyikat Gigi, Cukup Ludahkan Sisa Pasta Gigi
Setelah selesai menyikat gigi, ludahkan sisa pasta gigi. Beberapa panduan kesehatan gigi menyarankan untuk tidak langsung berkumur dengan banyak air karena hal tersebut dapat mengurangi fluoride yang masih tertinggal pada permukaan gigi.
Kebiasaan ini sering dikenal dengan prinsip “spit, don’t rinse” atau ludahkan, tanpa langsung membilasnya dengan air.
Jangan Lupakan Area di Antara Gigi
Sikat gigi memiliki keterbatasan dalam menjangkau sela-sela gigi. Oleh karena itu, pembersihan di antara gigi juga penting dilakukan sebagai bagian dari perawatan kesehatan mulut. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi mengenai penggunaan benang gigi atau alat pembersih sela gigi yang paling sesuai dengan kondisi gigi dan gusi Anda.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menyikat Gigi
Agar hasil menyikat gigi lebih optimal, hindari beberapa kebiasaan berikut:
- Menyikat gigi terlalu keras
- Menyikat gigi terlalu singkat
- Hanya membersihkan bagian depan gigi
- Melewatkan area garis gusi
- Tidak membersihkan bagian dalam dan permukaan kunyah gigi
- Menggunakan sikat gigi yang bulunya sudah rusak atau mekar
- Langsung membilas mulut dengan banyak air setelah menggunakan pasta gigi berfluoride
- Tidak membersihkan sela-sela gigi sesuai kebutuhan
Menyikat Gigi yang Benar Adalah Langkah Awal Menjaga Senyum
Cara menyikat gigi yang benar memang terlihat sederhana, tetapi kebiasaan kecil ini berperan penting dalam menjaga kebersihan mulut sehari-hari. Rutin menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan seluruh permukaan gigi, menggunakan tekanan yang lembut, dan memakai pasta gigi berfluoride dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi.
Namun, menyikat gigi di rumah tetap tidak menggantikan pemeriksaan ke dokter gigi. Beberapa masalah, seperti karies pada tahap awal, plak atau karang gigi yang sudah mengeras, hingga masalah gusi, dapat memerlukan pemeriksaan dan perawatan profesional.
Jika Anda memiliki keluhan seperti gusi sering berdarah, nyeri gigi, bau mulut yang tidak kunjung membaik, gigi sensitif, atau ingin mengetahui kondisi kesehatan gigi secara menyeluruh, pemeriksaan ke dokter gigi dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Untuk pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gigi, Anda dapat mengunjungi Tami Dental Care. Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui kondisi gigi dan mulut serta mendapatkan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan.
Jangan hanya rutin menyikat gigi, pastikan juga cara yang dilakukan sudah tepat. Karena senyum yang sehat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

