Masalah Gigi dan Mulut Saat Berpuasa

Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Memasuki Bulan Ramadan, seluruh umat muslim di Indonesia diwajibkan untuk berpuasa. Seringkali permasalahan-permasalahan di gigi dan mulut kerap muncul ketika menjalankan puasa. Permasalahan yang sering terjadi di antaranya bau mulut, sariawan, dan bibir kering.

Permasalahan bau mulut terjadi dikarenakan mekanisme self cleaning saat makan dan minum menjadi berkurang. Ketika seseorang makan dan minum, bakteri yang ada di mulut ikut berpindah dan tertelan. Sedangkan saat berpuasa bakteri-bakteri tersebut menetap di dalam mulut. Inilah yang menyebabkan mengapa saat berpuasa mulut kita lebih berbau dibanding saat tidak berpuasa.

Tak hanya itu, adanya gigi berlubang serta karang gigi juga menjadi faktor yang bisa mempengaruhi bau mulut. Gigi berlubang menjadi tempat bakteri bersarang dan berkembang biak. Bakteri-bakteri inilah yang menyebabkan mulut berbau tidak sedap. Begitu pula dengan karang gigi. Oleh karena itu, Dokter Gigi menganjurkan selain rajin menggosok gigi saat malam hari dan setelah sahur, memeriksakan kesehatan gigi secara rutin di dokter gigi juga harus dilakukan. Dengan periksa secara rutin, permasalahan gigi berlubang dan karang gigi bisa teratasi. Sehingga bisa meminimalisir bau mulut tak sedap ketika berpuasa.

Selain mulut berbau tak sedap, sering kali berpuasa menyebabkan bibir dan mulut kering bahkan hingga mengalami sariawan. Menurut para Dokter, sariawan sendiri merupakan permasalahan yang diakibatkan mulut kering. Entah karena faktor kurang minum atau ada gangguan di kelenjar ludah yang menyebabkan air liur terhambat keluar.

Solusinya adalah dengan minum air yang cukup saat setelah berbuka puasa dan sahur. Jumlah air yang dianjurkan untuk dikonsumsi ialah 1,5 liter per hari. Ketika kebutuhan air dalam tubuh terpenuhi saat malam hari, maka ketika tengah berpuasa di siang hari kebutuhan air ini bisa dikompensasi. Sehinga kekeringan di rongga mulut bisa diminimalisir.

Dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut, ibadah puasa di Bulan Ramadan juga akan bisa dijalankan dengan lancar. Selain itu, aktifitas produktif sehari-hari juga tetap bisa dijalankan dengan penuh percaya diri tanpa khawatir dengan bau mulut tak sedap.

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *