Sariawan dapat disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa kondisi berikut:
Sariawan bisa berbentuk oval atau bulat, berwarna putih atau kuning dengan tepian berwarna merah, dengan ukuran dan jumlah yang bervariasi.
Pengobatan dan Pencegahan Sariawan
Umumnya, sariawan tidak perlu diobati dan akan sembuh dengan sendirinya dalam 1–2 minggu. Pasien bisa melakukan penanganan secara mandiri di rumah untuk meredakan nyeri, misalnya dengan mengompres bagian yang terasa sakit dengan es batu atau menggunakan obat kumur sariawan.
Jika sariawan tidak juga membaik, pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, agar mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan penyebab sariawan yang dialami.
Agar sariawan tidak muncul kembali, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, yaitu:
Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
]]>Stain gigi adalah perubahan warna pada permukaan gigi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan makan dan minum hingga kondisi kesehatan tertentu. Meskipun tidak selalu menimbulkan masalah kesehatan, stain gigi dapat memengaruhi penampilan seseorang dan mengurangi rasa percaya diri.
Penyebab Stain Gigi:
Jenis-Jenis Stain Gigi:
Cara Mengatasi Stain Gigi:
Jika Anda mengalami masalah dengan stain gigi yang mengganggu penampilan atau rasa percaya diri Anda, konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan saran dan perawatan yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengembalikan kecerahan dan keindahan senyuman Anda.
Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
Top of Form
]]>Proses perapihan gigi dan rahang dengan kawat gigi memang tidak bisa instan. Setelah kawat gigi terpasang, pasien harus lebih disiplin merawat kebersihan kawat gigi agar kesehatan gigi tetap terjaga.
Masalahnya, kawat gigi justru menyebabkan makanan jadi lebih mudah tersangkut dan menyelip di sela-sela gigi, sehingga meningkatkan risiko penumpukan plak dan radang gusi menjadi lebih besar. Karena itulah, kamu perlu mengetahui manfaat sikat gigi behel dan peralatan khusus lain yang akan membantu kamu membersihkan kawat gigi dengan lebih mudah.
Apa saja peralatan khusus yang akan membantu kamu saat memakai kawat gigi? Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1. Sikat Gigi Behel
Jenis sikat gigi untuk behel tidak sama dengan sikat gigi biasa, karena kepalanya lebih kecil, bulunya lebih halus, dan bulu di bagian tengah sikat lebih rendah daripada bulu di bagian luar. Bentuk unik ini membantu sikat gigi menjangkau permukaan gigi dan tepi kawat, sehingga sisa makanan yang menyelip bisa dibersihkan dengan lebih menyeluruh.
2. Pasta Gigi Khusus
Saat mengenakan kawat gigi, risiko masalah radang gusi menjadi lebih besar. Karena itu, pasien disarankan untuk menggunakan pasta gigi khusus yang mengandung zinc sebagai anti bakteri yang dapat juga mencegah terjadinya infeksi gusi.
3. Dental Floss
Penggunaan dental floss setiap habis makan akan membantu mengangkat sisa makanan yang terselip pada kawat gigi. Dental floss juga lebih mudah digunakan di mana saja dan kapan saja dibandingkan sikat gigi.
4. Obat Kumur
Orang yang menggunakan kawat gigi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah bau mulut. Obat kumur anti bakteri membantu menjaga kesehatan mulut sekaligus menjaga nafas tetap segar.
5. Kuas Interdental
Kuas interdental berbentuk bulat dan memiliki bulu di sekitarnya. Alat ini digunakan untuk membersihkan sisa makanan, terutama di bagian bawah kawat gigi.
Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
]]>Konservasi gigi merupakan bidang dalam kedokteran gigi yang berfokus pada perawatan dan pemeliharaan gigi asli agar tetap berfungsi dengan baik di dalam mulut. Konservasi gigi mencakup berbagai prosedur yang bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, dan memulihkan gigi ke keadaan yang sehat. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam konservasi gigi:
1. Tujuan Konservasi Gigi
Konservasi gigi bertujuan untuk:
2. Prosedur Umum dalam Konservasi Gigi
Beberapa prosedur utama dalam konservasi gigi meliputi:
3. Pentingnya Kebersihan Mulut
Perawatan harian yang baik sangat penting dalam konservasi gigi. Ini termasuk:
4. Inovasi dalam Konservasi Gigi
Teknologi dan bahan baru terus dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan prosedur konservasi gigi. Beberapa inovasi terbaru meliputi:
Kesimpulan
Konservasi gigi adalah bagian penting dari kedokteran gigi yang berfokus pada menjaga gigi tetap sehat dan fungsional selama mungkin. Melalui berbagai prosedur dan teknologi, dokter gigi berusaha untuk memperbaiki kerusakan, mencegah masalah lebih lanjut, dan memulihkan fungsi serta estetika gigi. Dengan menjaga kebersihan mulut yang baik dan melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi, individu dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Konservasi gigi bukan hanya tentang memperbaiki gigi yang rusak, tetapi juga tentang pencegahan dan perawatan berkelanjutan untuk memastikan kesehatan mulut yang optimal sepanjang hidup.
Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
]]>Berikut hal-hal yang perlu diketahui dalam pertumbuhan dan perkembangan gigi anak: Seperti diketahui email gigi anak sangat rentan terhadap kerusakan karena tidak sekuat emailpada gigi dewasa. Gigi pertama pada bayi biasanya muncul pada usia 6-8 bulan , gigi anak akan terus tumbuh sampai ia berusia 3 tahun dan berjumlah 20 buah.
Fungsi gigi susu adalah:
Dengan fungsi yang sangat penting tersebut, kita perlu menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Cara yang harus dilakukan :
sisa makanan dan bakteri, namun juga membantu menciptakan kebiasaan menyikat gigi pada
pagi dan malam hari untuk anak anak
atau sikat gigi yang berbulu lembut.
menggunakan dot karena akan menyebabkan gigi berlubang.
Ada beberapa gangguan gigi dan mulut yang umumnya dialami anak antara lain :
Kondisi gigi berlubang disebut juga sebagai karies gigi. Anak harus dibiasakan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya maka kecil kemungkinan si kecil akan mengalami gigi berlubang.
Gangguan pada gusi bisa terjadi akibat kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga. Umumnya radang gusi dapat terjadi pada anak yang mengalami kekurangan vitamin C disertai dengan perawatan gigi yang buruk. Radang gusi biasanya ditandai dengan adanya gusi berdarah dan sariawan. Tidak berbeda jauh dengan karies gigi, radang gigi juga disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi.
Gangguan pada gusi bisa semakin parah, terutama jika anak tidak terbiasa menyikat gigi dengan baik dan benar dan kebersihan mulut yang buruk seperti periodontitis. Kondisi ini merupakan infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendur dan tanggal. Gejala periodontitis ditandai dengan gusi bengkak, berwarna merah kehitaman, atau sakit ketika mengunyah.
Saat anak belum memiliki gigi susu, orang tua akan memilih makanan cair untuk dikonsumsi anak. Hal ini tak jarang disertai dengan asumsi orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak dirasa tidak perlu. Padahal sangat penting untuk dilakukan, sebab gusi dan lidah anak rentan menjadi sarang bakteri dan jamur. Nah hal ini dibiarkan begitu saja, dapat menimbulkan masalah mulut seperti sariawan yang membuat anak tidak nyaman.
Sebagai orang tua, Anda pasti tidak ingin hal buruk terjadi pada si kecil bukan? Namun, sebagai anak kecil, mengalami gigi patah mungkin saja terjadi. Jika terjadi, segera bawa anak ke dokter gigi untuk mengetahui apakah gigi yang patah sudah mencapai sarafnya atau masih di bagian dentin.
Kapan Sebaiknya Anak diajak ke Dokter Gigi ?
Sejak dini sebaiknya anak diajak berkunjung ke dokter gigi, menurut Stanford Children Health, kunjungan dokter gigi pertama direkomendasikan pada usia 12 bulan atau dalam 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh. Kunjungan pertama biasanya memakan waktu tidak lebih dari 30 – 45 menit. Kunjungan mungkin termasuk pemeriksaan gigi, rahang, gusi, dan jaringan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak.
Untuk kunjungan berikutnya, sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak sebaiknya ke dokter gigi setiap 6 bulan. Beberapa dokter gigi mungkin dapat menjadwalkan kunjungan 3 bulan sekali. Selain dapat membangun kepercayaan diri anak, kunjungan yang lebih sering juga dapat membantu mengawasi masalah perkembangan gigi anak.
Nah, sudah saatnya sebagai orang tua Anda paham betul seperti apa cara terbaik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak Anda.
]]>Gigi impaksi adalah kondisi di mana satu atau lebih gigi tidak dapat tumbuh dengan normal atau sepenuhnya keluar dari gusi. Kondisi ini umumnya terjadi pada gigi geraham ketiga (molar ketiga) atau gigi geraham bungsu. Gigi impaksi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut jika tidak diatasi dengan tepat. Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, dan penanganan gigi impaksi.
Penyebab Gigi Impaksi
Gigi impaksi terjadi ketika ruang yang tersedia untuk pertumbuhan gigi tidak mencukupi atau ada penghalang dalam perjalanannya. Beberapa penyebab umum gigi impaksi meliputi:
Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
]]>Banyak hal yang bisa menyebabkan gigi patah, misalnya terjatuh, berkelahi, kecelakaan, terbentur benda keras, atau menggigit es batu. Umumnya, gigi patah bisa ditempel kembali sehingga tampak seperti sedia kala.
Saat mengalami gigi patah, jangan langsung membuang patahannya. Simpan patahan tersebut dan bawa ke dokter gigi terdekat secepat mungkin. Jika memungkinkan, dokter akan menyambung kembali patahan tersebut ke gigi.
Namun, jangan terlalu lama mendiamkannya. Semakin lama didiamkan, semakin sulit pula dokter gigi memperbaiki gigi patah tersebut.
Pertolongan Pertama Gigi Patah
Sebelum ke dokter gigi, disarankan untuk melakukan beberapa tips di bawah ini sebagai pertolongan pertama untuk gigi patah:
Penanganan Gigi Patah oleh Dokter
Penanganan gigi patah tergantung pada seberapa parah kerusakannya. Jika ringan, perbaikan biasanya dapat dilakukan hanya dalam satu kali kunjungan dokter. Jika parah, diperlukan prosedur yang lebih panjang dan mahal.
Berikut ini adalah beberapa cara memperbaiki gigi rusak yang dapat dilakukan oleh dokter gigi:
Prosedur ini dilakukan dokter gigi dengan cara menempelkan kembali potongan gigi yang patah ke gigi asalnya menggunakan lem khusus.
Dokter gigi juga bisa menggunakan resin atau bahan khusus untuk memperbaiki gigi patah. Pertama-tama, permukaan gigi digosok dengan cairan atau gel. Selanjutnya, potongan gigi ditempel menggunakan bahan perekat khusus gigi dan resin yang sewarna dengan gigi.
Setelah terlihat seperti gigi alami, bahan tersebut akan dikeraskan dengan sinar ultraviolet.
Jika yang patah hanya sepotong kecil lapisan pelindung (enamel) gigi, dokter dapat memperbaiki kerusakan dengan menambal gigi.
Jika gigi yang patah berukuran besar atau rusak parah, dokter dapat menutup gigi yang masih menempel di gusi dengan crown gigi.
Dokter gigi juga bisa memperbaiki gigi patah dengan veneer, sehingga gigi tampak utuh kembali. Lapisan yang menutupi seluruh gigi ini dapat terbuat dari porselen yang sewarna dengan gigi atau bahan resin komposit.
Jika gigi yang patah cukup besar dan menyebabkan pulpa (bagian gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah) terlihat, dokter akan menyarankan prosedur perawatan saluran akar gigi. Ini dilakukan agar bakteri dari mulut tidak dapat masuk dan menginfeksi pulpa.
Jika mengalami gigi patah, segera pergi ke dokter gigi atau instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat. Bila cepat ditangani, kerusakan gigi permanen dan risiko komplikasi seperti sakit gigi atau infeksi dapat dicegah. Setelah itu, jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan gigi sesuai anjuran dokter gigi.
Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
]]>Diastema merupakan suatu kondisi ketika terdapat celah di antara kedua gigi yang bersebelahan. Seseorang bisa dikatakan memiliki diastema bila lebar celahnya mencapai 0,5 milimeter atau lebih.
Diastema paling sering ditemukan pada gigi seri depan atau tengah di rahang atas. Namun, kondisi ini juga melibatkan gigi belakang.
Siapa saja bisa memiliki gigi yang renggang dan bercelah. Umumnya, yang memiliki kondisi ini adalah anak-anak yang mau tumbuh gigi, tetapi bisa menghilang begitu gigi permanen tumbuh.
Apa penyebab diastema?
Di bawah ini berbagai faktor yang membuat seseorang memiliki kondisi gigi renggang.
Ukuran gigi dan tulang rahang biasanya menjadi faktor utama. Bila gigi berukuran lebih kecil, maka ketika gigi tumbuh akan terbentuk celah di sela-selanya.
Begitu pun sebaliknya, ukuran rahang yang terlalu besar juga dapat mengakibatkan pertumbuhan gigi yang tidak sejajar karena terlalu banyak ruang.
Gigi yang kecil atau tulang rahang yang terlalu besar bisa dipengaruhi oleh genetika yang diturunkan dari orang tua.
Peradangan yang terjadi karena periodontitis dapat mengakibatkan pengeroposan tulang yang menopang gigi. Hal ini dapat membuat gigi bergeser atau menjadi longgar, alhasil dapat membentuk celah di antara kedua gigi.
Frenum adalah kulit yang terletak di antara bibir atas dan gigi depan. Bila pertumbuhannya terjadi secara berlebihan, maka diastema akan muncul.
Saat menelan, normalnya lidah akan menekan langit-langit mulut. Namun, pada refleks menelan yang salah, lidah malah terdorong ke gigi depan saat menelan.
Seiring waktu, tekanan berulang pada gigi depan dapat mendorong gigi semakin maju hingga menyebabkan kemunculan celah.
Peg lateral adalah suatu kondisi di mana gigi seri kedua yang terletak di sebelah dua gigi paling depan berkembang dengan tidak semestinya. Bila gigi yang rusak sangat kecil dan runcing, ini bisa menyebabkan celah di kedua sisi.
Kebiasaan-kebiasaan seperti mengisap jempol, mengisap bibir, menjulurkan lidah, dan hal lain yang serupa dapat memberi dorongan pada gigi depan.
Bagaimana cara mengatasi diastema?
Diastema bukanlah kondisi yang berbahaya dan biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, banyak orang yang merasa terganggu dengan tampilannya, sehingga mereka memutuskan untuk mendapatkan perawatan gigi berantakan guna mengatasinya.
Bagi anak-anak, diastema tidak memerlukan perawatan. Sebab, celah ini dapat menghilang dengan sendirinya ketika gigi permanen tumbuh. Perawatan baru diperlukan jika celah masih tersisa setelah pertumbuhan gigi permanen.
Dalam merencanakan perawatan, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal seperti:
Berikut adalah berbagai perawatan untuk mengatasi celah gigi.
Pemasangan kawat gigi dapat membantu menggeser posisi gigi dan menutup celah. Biasanya kawat gigi digunakan untuk mengatasi celah yang besar.
Bagi Anda yang tidak ingin terlihat menggunakan kawat gigi, clear aligner bisa menjadi solusinya. Jenis perawatan ini cocok untuk Anda yang memiliki celah yang kecil sampai sedang.
Pemasangan veneer juga dapat dilakukan untuk menutup atau mengisi celah-celah di antara gigi. Pilihan veneernya terdiri dari veneer komposit dan veneer porselen.
Veneer komposit melibatkan penempatan lapisan material komposit di atas gigi. Veneer ini paling baik digunakan untuk menutup hanya satu atau dua celah.
Sedangkan pemasangan veneer porselen membutuhkan waktu yang lebih lama. Veneer porselen akan dibuat lebih besar dari ukuran gigi, sehingga bisa mengisi celah-celah kecil.
Pembuatan mahkota atau crown gigi dapat menjadi pilihan bila diastema yang Anda miliki menimbulkan celah yang cukup besar atau bila gigi yang berada di sebelah celah retak, terkelupas, dan rusak.
Jembatan gigi juga biasanya akan dipasang bila ada gigi yang hilang. Keduanya dapat membantu mengoptimalkan fungsi gigi saat menggigit dan mengunyah.
Bila diastema yang Anda miliki disebabkan oleh kondisi tertentu seperti penyakit gusi atau peg lateral, maka dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut terlebih dahulu.
Pengobatan bertujuan untuk menghentikan infeksi akibat penyakit gusi dan mencegah komplikasi seperti kehilangan gigi. Dokter bisa saja memberi obat-obatan antibiotik dalam bentuk oral maupun oles.
Selain itu, perawatan lainnya dapat meliputi scaling untuk menghilangkan karang gigi dan membasmi bakteri penyebab infeksi.
Pada diastema yang terjadi karena pertumbuhan frenum berlebih, dokter mungkin akan melakukan frenektomi guna menghilangkan jaringan berlebih.
Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar kondisi ini dan perawatannya, konsultasikan kepada dokter.
Ayo tunggu apalagi? Segera reservasi dan konsultasikan kesehatan gigimu di Tami Dental Care. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
]]>Kawat gigi berbahan metal mungkin adalah jenis yang paling sering banyak orang gunakan untuk memperbaiki kondisi gigi. Jenis behel gigi konvensional terasa berat pada awal pemasangannya, ini berarti kawat gigi tengah bekerja untuk memberi tekanan agar gigi dapat berpindah ke posisi yang ideal.
Kawat gigi ini cukup efektif mengatasi masalah gigi dan rahang. Selain itu, bracket gigi pada jenis behel konvensional juga tersedia dalam berbagai warna yang bisa Anda pilih sesuai selera.
Akan tetapi, tidak jarang para pengguna kawat gigi ini mengeluhkan rasa sakit ketika memakainya bahkan merasa kesulitan dalam mengunyah. Makanan pun lebih berisiko menempel pada kawat dan bracket gigi.
Lama perawatannya adalah 1-3 tahun bergantung pada kondisi gigi Anda. Setelah perawatan kawat gigi selesai, Anda perlu melanjutkan perawatan menggunakan retainer. Retainer berfungsi untuk menahan posisi baru gigi Anda yang sudah ideal setelah lepas kawat gigi.
Behel transparan atau yang dikenal juga sebagai celan aligner merupakan salah satu terobosan baru dalam dunia kedokteran gigi dengan menggunakan teknologi 3D.
Jenis behel ini cukup efektif untuk merapikan gigi Anda agar selaras. Lama perawatan biasanya memakan waktu selama 3-9 bulan atau bisa lebih lama bergantung pada kondisi gigi Anda.
Karena tampilannya yang transparan, clean aligner tidak membuat tampilan gigi Anda jadi terlalu mencolok. Selain itu, jenis behel ini juga bisa Anda lepas sendiri sesuai kebutuhan, misalnya saat makan atau sikat gigi. Jadi, tidak ada pantangan makanan selama menggunakan perawatan ini.
Namun, Anda harus berhati-hati saat memilih behel transparan. Sebaiknya, pilih clean aligner berkualitas tinggi dari produsen terpercaya yang sudah tersertifikasi secara internasional. Jangan tergiur oleh penjual yang menawarkan harga murah.
Bila perlu, konsultasikan juga pilihan Anda pada dokter gigi yang tepat. Pastikan juga Anda mendapatkan simulasi senyum sebelum Anda memutuskan memilih produk behel transparan.
Jenis kawat gigi lainnya yang bisa Anda pilih bila tak ingin memiliki tampilan yang terlalu mencolok adalah kawat gigi keramik. Keramik yang digunakan untuk bracket gigi biasanya berwarna bening atau serupa dengan warna gigi. Jadi, behel ini seperti hanya menampakkan kawatnya saja.
Sayangnya, kawat gigi keramik bisa berubah warna seiring waktu, terutama bila Anda sering mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat menimbulkan noda gigi seperti kopi dan teh.
Tidak hanya itu, behel yang satu ini lebih rapuh dan mudah pecah, sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bekerja dalam merawat gigi. Biayanya juga lebih mahal daripada jenis kawat gigi konvensional.
Jenis kawat gigi lingual sama sekali tidak menampakkan tampilan kawat gigi Anda dari luar karena letaknya yang berada pada bagian belakang gigi.
Fungsinya sebenarnya sama seperti behel biasa, tetapi harganya jauh lebih mahal dari kawat gigi metal dan keramik. Hal ini karena pemasangannya jauh lebih rumit. Selain itu, jenis ini mungkin kurang cocok bagi Anda yang memiliki gigi kecil, karena berpotensi menghalangi lidah Anda.
Setelah perawatan kawat gigi lingual selesai, dokter mungkin akan menyuruh Anda untuk menggunakan retainer. Serupa dengan fungsi retainer setelah memakai kawat gigi metal, retainer bekerja untuk menjaga posisi ideal gigi Anda sepanjang hari.
Pada dasarnya kawat gigi damon atau self-ligating memiliki tampilan yang mirip seperti kawat gigi konvensional. Namun bedanya, jenis kawat gigi ini tidak menggunakan karet elastis, melainkan klip khusus untuk menahan posisi kawat baja pada masing-masing bracket gigi.
Klip dapat meminimalisir gesekan dan memudahkan Anda saat menyikat gigi selama mengikuti prosedur perawatan ortodontik ini. Rasa sakit yang ditimbulkan pun diklaim lebih ringan dibanding jenis konvensional.
Kelebihan lain dari kawat gigi self-ligating adalah bracket-nya yang juga tersedia dalam pilihan keramik atau transparan sehingga tidak terlalu mengganggu penampilan.
Setelah mengetahui tips memilih kawat gigi atau behel berdasarkan jenisnya, konsultasikanlah masalah gigi Anda kepada dokter spesialis ortodonti untuk mendapatkan penanganan terbaik.
Buat janji pemasangan kawat gigi di penyedia layanan perawatan ortodontik terbaik dan tepercaya yang ada di sekitar rumah Anda.
Ayo tunggu apalagi? Segera reservasi dan konsultasikan kesehatan gigimu di Tami Dental Care. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==
]]>Cara membersihkan retainer gigi lepasan adalah dengan:
Cara membersihkan retainer gigi lepasan di atas perlu dilakukan secara teratur sebelum dan sesudah pemakaian retainer. Untuk penggunaan pasta gigi sendiri bisa diganti dengan obat kumur atau sabun cair.
Cara membersihkan retainer gigi permanen
Cara membersihkan retainer gigi permanen agak sedikit berbeda jika dibandingkan dengan metode perawatan retainer gigi lepasan. Hal itu dikarenakan jenis retainer gigi yang tidak bisa dilepas-pasang sehingga hanya bisa dibersihkan bersamaan dengan menyikat gigi.
Demi menjaga kebersihan retainer gigi, dokter biasanya akan mengajarimu cara flossing gigi. Agar kotoran dan bekas sisa makanan tidak menempel pada retainer, kamu dianjurkan melakukannya 1 kali setiap hari.
Berikut cara membersihkan retainer gigi permanen:
Jika kamu merasa masih ada kotoran mengganjal pada retainer yang sulit dibersihkan, kamu jangan ragu untuk meminta bantuan dokter gigi, ya.
]]>