Tami Dental Care – Klinik Dokter Gigi Bandung Bojongsoang Cimahi Antapani Sarijadi https://tamidentalcare.com Tue, 11 Jun 2024 09:07:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.15 https://tamidentalcare.com/wp-content/uploads/2020/04/cropped-logo-ALL-27-2-32x32.png Tami Dental Care – Klinik Dokter Gigi Bandung Bojongsoang Cimahi Antapani Sarijadi https://tamidentalcare.com 32 32 Apa Penyebab Sariawan https://tamidentalcare.com/apa-penyebab-sariawan/ https://tamidentalcare.com/apa-penyebab-sariawan/#respond Tue, 11 Jun 2024 09:07:20 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2803 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Sariawan dapat disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa kondisi berikut:

  • Cedera, misalnya karena tergigit atau salah dalam menyikat gigi
  • Infeksi jamur, virus, atau bakteri di mulut atau di bagian tubuh lain
  • Penyakit autoimun, seperti lupus
  • Kondisi tertentu, seperti perubahan hormon, kekurangan nutrisi, stres, kebiasaan merokok, dan faktor keturunan
  • Sariawan juga bisa lebih sering terjadi pada ibu hamil karena perubahan hormon selama kehamilan.

Sariawan bisa berbentuk oval atau bulat, berwarna putih atau kuning dengan tepian berwarna merah, dengan ukuran dan jumlah yang bervariasi.

Pengobatan dan Pencegahan Sariawan

Umumnya, sariawan tidak perlu diobati dan akan sembuh dengan sendirinya dalam 1–2 minggu. Pasien bisa melakukan penanganan secara mandiri di rumah untuk meredakan nyeri, misalnya dengan mengompres bagian yang terasa sakit dengan es batu atau menggunakan obat kumur sariawan.

Jika sariawan tidak juga membaik, pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, agar mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan penyebab sariawan yang dialami.

Agar sariawan tidak muncul kembali, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, yaitu:

  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut
  • Menyikat gigi secara teratur dan benar
  • Memeriksakan gigi dan mulut secara rutin
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

]]>
https://tamidentalcare.com/apa-penyebab-sariawan/feed/ 0
Apa itu Stain Gigi https://tamidentalcare.com/apa-itu-stain-gigi-2/ https://tamidentalcare.com/apa-itu-stain-gigi-2/#respond Wed, 05 Jun 2024 07:29:17 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2800 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Stain gigi adalah perubahan warna pada permukaan gigi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan makan dan minum hingga kondisi kesehatan tertentu. Meskipun tidak selalu menimbulkan masalah kesehatan, stain gigi dapat memengaruhi penampilan seseorang dan mengurangi rasa percaya diri.

Penyebab Stain Gigi:

  1. Kebiasaan Makan dan Minum: Minuman seperti kopi, teh, anggur merah, dan minuman berwarna lainnya dapat meninggalkan noda pada gigi jika dikonsumsi secara berlebihan. Makanan yang mengandung pigmen seperti tomat saus, buah beri, dan cokelat juga dapat menyebabkan stain.
  2. Merokok: Nikotin dan tar yang terdapat dalam rokok dapat menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan stain yang sulit dihilangkan.
  3. Kurangnya Kebersihan Mulut: Plak gigi yang tidak dihilangkan secara teratur dapat mengeras menjadi tartar, yang dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi.
  4. Faktor Lingkungan: Faktor lingkungan seperti air minum yang mengandung tingkat tinggi fluoride atau kadar tinggi besi dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi.
  5. Penuaan: Seiring bertambahnya usia, lapisan luar gigi (email) dapat mengalami pengikisan, sehingga lapisan di bawahnya yang berwarna kuning (dentin) menjadi lebih terlihat.

Jenis-Jenis Stain Gigi:

  1. Ekstrinsik: Stain gigi ekstrinsik terjadi pada permukaan gigi dan dapat diakibatkan oleh makanan, minuman, atau kebiasaan merokok. Mereka lebih mudah dihilangkan melalui pembersihan gigi profesional atau pemutihan gigi.
  2. Intrinsik: Stain gigi intrinsik terjadi di dalam struktur gigi dan seringkali lebih sulit dihilangkan. Penyebab intrinsik termasuk trauma gigi, perawatan gigi tertentu, atau penggunaan obat-obatan tertentu pada masa perkembangan gigi.
  3. Stain yang Disebabkan oleh Obat: Beberapa obat, seperti tetracycline, dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi jika dikonsumsi selama masa perkembangan gigi.

Cara Mengatasi Stain Gigi:

  1. Pemutihan Gigi: Prosedur pemutihan gigi profesional dapat membantu menghilangkan stain gigi ekstrinsik dan meningkatkan penampilan gigi.
  2. Perawatan Gigi yang Tepat: Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur dapat membantu mencegah penumpukan plak dan mencegah terjadinya stain.
  3. Perawatan Dokter Gigi: Dokter gigi dapat melakukan prosedur seperti pembersihan gigi profesional atau aplikasi lapisan pelindung gigi untuk membantu menghilangkan atau mencegah perubahan warna pada gigi.
  4. Menghindari Pemicu Stain: Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan stain, serta menghentikan kebiasaan merokok, dapat membantu mencegah terjadinya stain pada gigi.

Jika Anda mengalami masalah dengan stain gigi yang mengganggu penampilan atau rasa percaya diri Anda, konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan saran dan perawatan yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengembalikan kecerahan dan keindahan senyuman Anda.

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

Top of Form

]]>
https://tamidentalcare.com/apa-itu-stain-gigi-2/feed/ 0
Kalau Memakai Behel Sikat Giginya Gimana? https://tamidentalcare.com/kalau-memakai-behel-sikat-giginya-gimana/ https://tamidentalcare.com/kalau-memakai-behel-sikat-giginya-gimana/#respond Mon, 03 Jun 2024 06:43:05 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2790 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Proses perapihan gigi dan rahang dengan kawat gigi memang tidak bisa instan. Setelah kawat gigi terpasang, pasien harus lebih disiplin merawat kebersihan kawat gigi agar kesehatan gigi tetap terjaga.

Masalahnya, kawat gigi justru menyebabkan makanan jadi lebih mudah tersangkut dan menyelip di sela-sela gigi, sehingga meningkatkan risiko penumpukan plak dan radang gusi menjadi lebih besar. Karena itulah, kamu perlu mengetahui manfaat sikat gigi behel dan peralatan khusus lain yang akan membantu kamu membersihkan kawat gigi dengan lebih mudah.

Apa saja peralatan khusus yang akan membantu kamu saat memakai kawat gigi? Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1.  Sikat Gigi Behel

Jenis sikat gigi untuk behel tidak sama dengan sikat gigi biasa, karena kepalanya lebih kecil, bulunya lebih halus, dan bulu di bagian tengah sikat lebih rendah daripada bulu di bagian luar. Bentuk unik ini membantu sikat gigi menjangkau permukaan gigi dan tepi kawat, sehingga sisa makanan yang menyelip bisa dibersihkan dengan lebih menyeluruh.

2.  Pasta Gigi Khusus

Saat mengenakan kawat gigi, risiko masalah radang gusi menjadi lebih besar. Karena itu, pasien disarankan untuk menggunakan pasta gigi khusus yang mengandung zinc sebagai anti bakteri yang dapat juga mencegah terjadinya infeksi gusi.

3.  Dental Floss

Penggunaan dental floss setiap habis makan akan membantu mengangkat sisa makanan yang terselip pada kawat gigi. Dental floss juga lebih mudah digunakan di mana saja dan kapan saja dibandingkan sikat gigi.

4.  Obat Kumur

Orang yang menggunakan kawat gigi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah bau mulut. Obat kumur anti bakteri membantu menjaga kesehatan mulut sekaligus menjaga nafas tetap segar.

5.  Kuas Interdental

Kuas interdental berbentuk bulat dan memiliki bulu di sekitarnya. Alat ini digunakan untuk membersihkan sisa makanan, terutama di bagian bawah kawat gigi.

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

]]>
https://tamidentalcare.com/kalau-memakai-behel-sikat-giginya-gimana/feed/ 0
Konservasi Gigi https://tamidentalcare.com/konservasi-gigi/ https://tamidentalcare.com/konservasi-gigi/#respond Wed, 22 May 2024 08:07:30 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2760 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Konservasi gigi merupakan bidang dalam kedokteran gigi yang berfokus pada perawatan dan pemeliharaan gigi asli agar tetap berfungsi dengan baik di dalam mulut. Konservasi gigi mencakup berbagai prosedur yang bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, dan memulihkan gigi ke keadaan yang sehat. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam konservasi gigi:

1. Tujuan Konservasi Gigi

Konservasi gigi bertujuan untuk:

  • Mencegah kerusakan gigi: Melalui edukasi tentang kebersihan mulut yang baik, penggunaan fluorida, dan aplikasi sealant untuk melindungi gigi dari karies.
  • Memperbaiki kerusakan gigi: Melalui prosedur restoratif seperti penambalan, inlay, onlay, dan crown.
  • Mengembalikan fungsi dan estetika: Dengan menggunakan material yang mirip dengan warna dan tekstur gigi asli.

2. Prosedur Umum dalam Konservasi Gigi

Beberapa prosedur utama dalam konservasi gigi meliputi:

  • Penambalan Gigi: Proses ini melibatkan pengangkatan bagian gigi yang rusak akibat karies dan pengisian rongga tersebut dengan bahan seperti amalgam atau komposit resin.
  • Perawatan Saluran Akar (Endodontik): Digunakan untuk mengobati infeksi atau kerusakan pada pulpa gigi. Prosedur ini melibatkan pengangkatan pulpa yang terinfeksi, pembersihan dan pembentukan saluran akar, serta pengisian dan penutupan saluran akar.
  • Crown: Mahkota gigi digunakan untuk menutupi atau melapisi gigi yang rusak parah. Mahkota ini bisa terbuat dari berbagai material termasuk logam, porselen, atau kombinasi keduanya.
  • Inlay dan Onlay: Restorasi ini digunakan untuk memperbaiki gigi yang mengalami kerusakan sedang hingga parah. Inlay dan onlay dipasang pada gigi yang masih memiliki struktur yang cukup untuk mendukung restorasi tersebut.

3. Pentingnya Kebersihan Mulut

Perawatan harian yang baik sangat penting dalam konservasi gigi. Ini termasuk:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida.
  • Menggunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Mengunjungi dokter gigi secara rutin untuk pemeriksaan dan pembersihan profesional.
  • Menghindari makanan dan minuman yang tinggi gula yang dapat menyebabkan karies gigi.

4. Inovasi dalam Konservasi Gigi

Teknologi dan bahan baru terus dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan prosedur konservasi gigi. Beberapa inovasi terbaru meliputi:

  • Bahan restoratif baru: Seperti resin komposit yang lebih tahan lama dan estetis.
  • Teknik digital: Penggunaan pemindaian dan pencetakan digital untuk membuat restorasi yang lebih presisi.
  • Laser gigi: Digunakan untuk menghilangkan karies dan jaringan yang terinfeksi dengan lebih sedikit rasa sakit dan pemulihan yang lebih cepat.

Kesimpulan

Konservasi gigi adalah bagian penting dari kedokteran gigi yang berfokus pada menjaga gigi tetap sehat dan fungsional selama mungkin. Melalui berbagai prosedur dan teknologi, dokter gigi berusaha untuk memperbaiki kerusakan, mencegah masalah lebih lanjut, dan memulihkan fungsi serta estetika gigi. Dengan menjaga kebersihan mulut yang baik dan melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi, individu dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

Konservasi gigi bukan hanya tentang memperbaiki gigi yang rusak, tetapi juga tentang pencegahan dan perawatan berkelanjutan untuk memastikan kesehatan mulut yang optimal sepanjang hidup.

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

]]>
https://tamidentalcare.com/konservasi-gigi/feed/ 0
Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Pada Anak-anak https://tamidentalcare.com/pentingnya-menjaga-kesehatan-gigi-pada-anak-anak/ https://tamidentalcare.com/pentingnya-menjaga-kesehatan-gigi-pada-anak-anak/#respond Mon, 20 May 2024 05:10:16 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2757 Kesehatan gigi pada anak sangatlah penting dijaga sejak dini. Terkadang kita lengah dan menganggap gigi anak masih gigi susu, dan belum memerlukan perawatan.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui dalam pertumbuhan dan perkembangan gigi anak: Seperti diketahui email gigi anak sangat rentan terhadap kerusakan  karena tidak sekuat emailpada gigi dewasa. Gigi pertama pada bayi biasanya muncul pada usia 6-8 bulan , gigi anak akan  terus tumbuh sampai ia berusia 3 tahun dan berjumlah 20 buah.

Fungsi gigi susu adalah:

  1. Membantu kelancaran pertumbuhan gigi permanen. Gigi susu sebaiknya dipertahankan  selama mugkin sampai tiba waktunya untuk tanggal sendiri. Mengapa penting karena gigi susu akan memberikan ruang kepada gigi permanen yang akan tumbuh dibawahnya. Gigi susu yang dirawat denga baik akan membantu merangsang perkembangan rahang.
  2. Membantu proses pengunyahan pada anak. Sehingga kebutuhan akan nutrisi pada anak dapat terpenuhi dalam masa tumbuh kembangnya.
  3. Gigi susu juga berpengaruh pada perkembangan wajah dan otot rahang.
  4. Menjaga rasa percaya diri pada anak. Gigi yang bersih dan tidak berlubang akan membuat penampilan anak semakin menarik.

Dengan fungsi yang sangat penting tersebut, kita perlu menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Cara yang harus dilakukan :

  • Bersihkan gigi dan gusi anak anda saat gigi pertamanya tumbuh. Tidak hanya membersihkan

sisa makanan dan bakteri, namun juga membantu menciptakan kebiasaan menyikat gigi pada

pagi dan malam hari untuk anak anak

  • Bersihkan gigi dan gusi pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur, gunakan kassa basah

atau sikat gigi yang berbulu lembut.

  • Hindari kebiasaan memberikan minum susu atau minuman manis pada anak menjelang tidur

menggunakan dot karena akan menyebabkan gigi berlubang.

  • Batasi pemberian jus pada anak. Memberikan jus buah pada anak memang baik. Namun, ternyata jus  juga dapat memicu kerusakan gigi jika dikonsumsi secara berlebihan. Terlebih jika ditambahkan dengan bahan-bahan pemanis buatan. Batasi konsumsi jus pada anak untuk tidak lebih dari 400 ml per hari.
  • Beri anak penghargaan. Apabila Si Kecil menunjukan sikap sudah terbiasa untuk merawat gigi, tidak ada salahnya kalau Anda memberikan sedikit penghargaan kepadanya. Misal, berikan anak cemilan sehat yang sudah pasti ia sukai.
  • Periksalah secara rutin dan berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Ada beberapa gangguan gigi dan mulut yang umumnya dialami anak antara lain :

  • Gigi berlubang

Kondisi gigi berlubang disebut juga sebagai karies gigi. Anak harus dibiasakan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya maka kecil kemungkinan si kecil akan mengalami gigi berlubang.

  • Radang gusi

Gangguan pada gusi bisa terjadi akibat kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga. Umumnya radang gusi dapat terjadi pada anak yang mengalami kekurangan vitamin C  disertai dengan perawatan gigi yang buruk. Radang gusi biasanya ditandai dengan adanya gusi berdarah dan sariawan. Tidak berbeda jauh dengan karies gigi, radang gigi juga disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi.

  • Infeksi gusi

Gangguan pada gusi bisa semakin parah, terutama jika anak tidak terbiasa menyikat gigi dengan baik dan benar dan kebersihan mulut yang buruk seperti periodontitis. Kondisi ini merupakan infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendur dan tanggal. Gejala periodontitis ditandai dengan gusi bengkak, berwarna merah kehitaman, atau sakit ketika mengunyah.

  • Sariawan

Saat anak belum memiliki gigi susu, orang tua akan memilih makanan cair untuk dikonsumsi anak. Hal ini tak jarang disertai dengan asumsi orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak dirasa tidak perlu. Padahal sangat penting untuk dilakukan, sebab gusi dan lidah anak rentan menjadi sarang bakteri dan jamur. Nah hal ini dibiarkan begitu saja, dapat menimbulkan masalah mulut seperti sariawan yang membuat anak tidak nyaman. 

  • Gigi patah

Sebagai orang tua, Anda pasti tidak ingin hal buruk terjadi pada si kecil bukan? Namun, sebagai anak kecil, mengalami gigi patah mungkin saja terjadi. Jika terjadi, segera bawa anak ke dokter gigi untuk mengetahui apakah gigi yang patah sudah mencapai sarafnya atau masih di bagian dentin.

Kapan Sebaiknya Anak diajak ke Dokter Gigi ?

Sejak dini sebaiknya anak diajak berkunjung ke dokter gigi, menurut Stanford Children Health, kunjungan dokter gigi pertama direkomendasikan pada usia 12 bulan atau dalam 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh. Kunjungan pertama biasanya memakan waktu tidak lebih dari 30 – 45 menit. Kunjungan mungkin termasuk pemeriksaan gigi, rahang, gusi, dan jaringan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak.

Untuk kunjungan berikutnya, sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak sebaiknya ke dokter gigi setiap 6 bulan. Beberapa dokter gigi mungkin dapat menjadwalkan kunjungan 3 bulan sekali. Selain dapat membangun kepercayaan diri anak, kunjungan yang lebih sering juga dapat membantu mengawasi masalah perkembangan gigi anak. 

Nah, sudah saatnya sebagai orang tua Anda paham betul seperti apa cara terbaik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak Anda.

]]>
https://tamidentalcare.com/pentingnya-menjaga-kesehatan-gigi-pada-anak-anak/feed/ 0
Gigi Impaksi https://tamidentalcare.com/gigi-impaksi-2/ https://tamidentalcare.com/gigi-impaksi-2/#respond Thu, 16 May 2024 08:11:47 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2752 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Gigi impaksi adalah kondisi di mana satu atau lebih gigi tidak dapat tumbuh dengan normal atau sepenuhnya keluar dari gusi. Kondisi ini umumnya terjadi pada gigi geraham ketiga (molar ketiga) atau gigi geraham bungsu. Gigi impaksi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut jika tidak diatasi dengan tepat. Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, dan penanganan gigi impaksi.
Penyebab Gigi Impaksi
Gigi impaksi terjadi ketika ruang yang tersedia untuk pertumbuhan gigi tidak mencukupi atau ada penghalang dalam perjalanannya. Beberapa penyebab umum gigi impaksi meliputi:

  1. Ketidakcukupan Ruang: Terbatasnya ruang dalam rahang dapat membuat gigi tidak memiliki tempat yang cukup untuk tumbuh secara normal.
  2. Arah Pertumbuhan yang Salah: Gigi impaksi dapat disebabkan oleh pertumbuhan gigi yang tidak sesuai arahnya, terutama pada gigi geraham bungsu.
  3. Gigi yang Terjebak di Bawah Gusi: Beberapa gigi impaksi mungkin terjebak di bawah gusi, sehingga sulit untuk tumbuh dengan benar.
    Gejala Gigi Impaksi
    Penderita gigi impaksi mungkin mengalami sejumlah gejala yang dapat menjadi tanda adanya masalah. Gejala-gejala tersebut antara lain:
  4. Rasa Sakit: Nyeri di daerah sekitar gigi impaksi atau rahang dapat terjadi, terutama ketika mengunyah makanan.
  5. Pembengkakan dan Kemerahan: Gusi di sekitar gigi impaksi dapat menjadi bengkak dan berwarna kemerahan.
    Penanganan Gigi Impaksi
    Penanganan gigi impaksi dapat melibatkan berbagai tindakan, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi gigi yang terkena. Beberapa opsi penanganan meliputi:
  6. Penggunaan Kawat Ortodontik: Dalam beberapa kasus, dokter gigi mungkin merekomendasikan pemasangan kawat ortodontik untuk membantu mengarahkan pertumbuhan gigi impaksi ke posisi yang benar.
  7. Pembedahan: Jika gigi impaksi menyebabkan masalah yang serius, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat gigi tersebut.
  8. Penggunaan Obat Penghilang Nyeri: Obat penghilang nyeri atau antiinflamasi nonsteroid dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang terkait dengan gigi impaksi.
  9. Perawatan Higiene Mulut: Perawatan higiene mulut yang baik, termasuk membersihkan gigi dengan benar dan berkala, dapat membantu mencegah masalah lebih lanjut.
    Penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi jika Anda mengalami gejala gigi impaksi atau memiliki kecurigaan tentang pertumbuhan gigi yang tidak normal. Pengevaluasian dan penanganan yang tepat akan membantu mencegah komplikasi lebih lanjut serta memastikan kesehatan gigi dan mulut yang optimal.

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

]]>
https://tamidentalcare.com/gigi-impaksi-2/feed/ 0
Gigi Patah? Apa Yang Harus Dilakukan? https://tamidentalcare.com/gigi-patah-apa-yang-harus-dilakukan/ https://tamidentalcare.com/gigi-patah-apa-yang-harus-dilakukan/#respond Tue, 07 May 2024 04:21:14 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2739 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Banyak hal yang bisa menyebabkan gigi patah, misalnya terjatuh, berkelahi, kecelakaan, terbentur benda keras, atau menggigit es batu. Umumnya, gigi patah bisa ditempel kembali sehingga tampak seperti sedia kala.

Saat mengalami gigi patah, jangan langsung membuang patahannya. Simpan patahan tersebut dan bawa ke dokter gigi terdekat secepat mungkin. Jika memungkinkan, dokter akan menyambung kembali patahan tersebut ke gigi.

Namun, jangan terlalu lama mendiamkannya. Semakin lama didiamkan, semakin sulit pula dokter gigi memperbaiki gigi patah tersebut.

Pertolongan Pertama Gigi Patah

Sebelum ke dokter gigi, disarankan untuk melakukan beberapa tips di bawah ini sebagai pertolongan pertama untuk gigi patah:

  • Tempelkan patahan gigi ke gigi asalnya, kemudian gigit kain kasa atau kantong teh basah pelan-pelan agar gigi tidak banyak bergerak. Hati-hati, jangan sampai patahan gigi tersebut tertelan
  • Jika merasa kesulitan melakukan cara di atas, taruh gigi yang patah di dalam wadah berisi sedikit susu sapi atau air liur, lalu bawa ke dokter gigi
  • Jika gigi terasa sakit, minumlah obat pereda nyeri seperti paracetamol atau minyak cengkeh
  • Jika gigi patah menyebabkan ujung gigi menjadi tajam, tambal dengan sedikit lilin parafin atau permen karet tanpa gula, agar gigi tidak melukai lidah, bibir, atau pipi bagian dalam
  • Jika lapar, konsumsilah makanan lunak dan jangan mengigit makanan menggunakan gigi yang patah

Penanganan Gigi Patah oleh Dokter

Penanganan gigi patah tergantung pada seberapa parah kerusakannya. Jika ringan, perbaikan biasanya dapat dilakukan hanya dalam satu kali kunjungan dokter. Jika parah, diperlukan prosedur yang lebih panjang dan mahal.

Berikut ini adalah beberapa cara memperbaiki gigi rusak yang dapat dilakukan oleh dokter gigi:

  • Menempel patahan gigi (gluing)

Prosedur ini dilakukan dokter gigi dengan cara menempelkan kembali potongan gigi yang patah ke gigi asalnya menggunakan lem khusus.

  • Bonding

Dokter gigi juga bisa menggunakan resin atau bahan khusus untuk memperbaiki gigi patah. Pertama-tama, permukaan gigi digosok dengan cairan atau gel. Selanjutnya, potongan gigi ditempel menggunakan bahan perekat khusus gigi dan resin yang sewarna dengan gigi.

Setelah terlihat seperti gigi alami, bahan tersebut akan dikeraskan dengan sinar ultraviolet.

  • Filling

Jika yang patah hanya sepotong kecil lapisan pelindung (enamel) gigi, dokter dapat memperbaiki kerusakan dengan menambal gigi.

  • Crown gigi

Jika gigi yang patah berukuran besar atau rusak parah, dokter dapat menutup gigi yang masih menempel di gusi dengan crown gigi.

  • Veneer gigi

Dokter gigi juga bisa memperbaiki gigi patah dengan veneer, sehingga gigi tampak utuh kembali. Lapisan yang menutupi seluruh gigi ini dapat terbuat dari porselen yang sewarna dengan gigi atau bahan resin komposit.

  • Perawatan saluran akar gigi

Jika gigi yang patah cukup besar dan menyebabkan pulpa (bagian gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah) terlihat, dokter akan menyarankan prosedur perawatan saluran akar gigi. Ini dilakukan agar bakteri dari mulut tidak dapat masuk dan menginfeksi pulpa.

Jika mengalami gigi patah, segera pergi ke dokter gigi atau instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat. Bila cepat ditangani, kerusakan gigi permanen dan risiko komplikasi seperti sakit gigi atau infeksi dapat dicegah. Setelah itu, jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan gigi sesuai anjuran dokter gigi.

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

]]>
https://tamidentalcare.com/gigi-patah-apa-yang-harus-dilakukan/feed/ 0
Apa Itu Diastema https://tamidentalcare.com/apa-itu-diastema-2/ https://tamidentalcare.com/apa-itu-diastema-2/#respond Mon, 29 Apr 2024 06:30:22 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2712 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

Diastema merupakan suatu kondisi ketika terdapat celah di antara kedua gigi yang bersebelahan. Seseorang bisa dikatakan memiliki diastema bila lebar celahnya mencapai 0,5 milimeter atau lebih.

Diastema paling sering ditemukan pada gigi seri depan atau tengah di rahang atas. Namun, kondisi ini juga melibatkan gigi belakang.

Siapa saja bisa memiliki gigi yang renggang dan bercelah. Umumnya, yang memiliki kondisi ini adalah anak-anak yang mau tumbuh gigi, tetapi bisa menghilang begitu gigi permanen tumbuh.

Apa penyebab diastema?

Di bawah ini berbagai faktor yang membuat seseorang memiliki kondisi gigi renggang.

  • Ukuran gigi dan tulang rahang

Ukuran gigi dan tulang rahang biasanya menjadi faktor utama. Bila gigi berukuran lebih kecil, maka ketika gigi tumbuh akan terbentuk celah di sela-selanya.

Begitu pun sebaliknya, ukuran rahang yang terlalu besar juga dapat mengakibatkan pertumbuhan gigi yang tidak sejajar karena terlalu banyak ruang.

  • Genetik

Gigi yang kecil atau tulang rahang yang terlalu besar bisa dipengaruhi oleh genetika yang diturunkan dari orang tua.

  • Penyakit gusi

Peradangan yang terjadi karena periodontitis dapat mengakibatkan pengeroposan tulang yang menopang gigi. Hal ini dapat membuat gigi bergeser atau menjadi longgar, alhasil dapat membentuk celah di antara kedua gigi.

  • Pertumbuhan frenum berlebihan

Frenum adalah kulit yang terletak di antara bibir atas dan gigi depan. Bila pertumbuhannya terjadi secara berlebihan, maka diastema akan muncul.

  • Refleks menelan yang salah

Saat menelan, normalnya lidah akan menekan langit-langit mulut. Namun, pada refleks menelan yang salah, lidah malah terdorong ke gigi depan saat menelan.

Seiring waktu, tekanan berulang pada gigi depan dapat mendorong gigi semakin maju hingga menyebabkan kemunculan celah.

  • Peg lateral

Peg lateral adalah suatu kondisi di mana gigi seri kedua yang terletak di sebelah dua gigi paling depan berkembang dengan tidak semestinya. Bila gigi yang rusak sangat kecil dan runcing, ini bisa menyebabkan celah di kedua sisi.

  • Faktor kebiasaan

Kebiasaan-kebiasaan seperti mengisap jempol, mengisap bibir, menjulurkan lidah, dan hal lain yang serupa dapat memberi dorongan pada gigi depan.

Bagaimana cara mengatasi diastema?

Diastema bukanlah kondisi yang berbahaya dan biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, banyak orang yang merasa terganggu dengan tampilannya, sehingga mereka memutuskan untuk mendapatkan perawatan gigi berantakan guna mengatasinya.

Bagi anak-anak, diastema tidak memerlukan perawatan. Sebab, celah ini dapat menghilang dengan sendirinya ketika gigi permanen tumbuh. Perawatan baru diperlukan jika celah masih tersisa setelah pertumbuhan gigi permanen.

Dalam merencanakan perawatan, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal seperti:

  • letak celahnya berada,
  • berapa banyak gigi yang renggang,
  • seberapa besar lebar celahnya,
  • ada atau tidaknya gigi yang hilang,
  • penyebab dasar seperti penyakit gusi atau peg lateral, sertakesehatan gigi pasien secara keseluruhan.

Berikut adalah berbagai perawatan untuk mengatasi celah gigi.

  1. Kawat gigi

Pemasangan kawat gigi dapat membantu menggeser posisi gigi dan menutup celah. Biasanya kawat gigi digunakan untuk mengatasi celah yang besar.

Bagi Anda yang tidak ingin terlihat menggunakan kawat gigi, clear aligner bisa menjadi solusinya. Jenis perawatan ini cocok untuk Anda yang memiliki celah yang kecil sampai sedang.

  • Veneer

Pemasangan veneer juga dapat dilakukan untuk menutup atau mengisi celah-celah di antara gigi. Pilihan veneernya terdiri dari veneer komposit dan veneer porselen.

Veneer komposit melibatkan penempatan lapisan material komposit di atas gigi. Veneer ini paling baik digunakan untuk menutup hanya satu atau dua celah.

Sedangkan pemasangan veneer porselen membutuhkan waktu yang lebih lama. Veneer porselen akan dibuat lebih besar dari ukuran gigi, sehingga bisa mengisi celah-celah kecil.

  • Mahkota gigi

Pembuatan mahkota atau crown gigi dapat menjadi pilihan bila diastema yang Anda miliki menimbulkan celah yang cukup besar atau bila gigi yang berada di sebelah celah retak, terkelupas, dan rusak.

Jembatan gigi juga biasanya akan dipasang bila ada gigi yang hilang. Keduanya dapat membantu mengoptimalkan fungsi gigi saat menggigit dan mengunyah.

  • Perawatan ortodontik

Bila diastema yang Anda miliki disebabkan oleh kondisi tertentu seperti penyakit gusi atau peg lateral, maka dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut terlebih dahulu.

Pengobatan bertujuan untuk menghentikan infeksi akibat penyakit gusi dan mencegah komplikasi seperti kehilangan gigi. Dokter bisa saja memberi obat-obatan antibiotik dalam bentuk oral maupun oles.

Selain itu, perawatan lainnya dapat meliputi scaling untuk menghilangkan karang gigi dan membasmi bakteri penyebab infeksi.

  • Operasi

Pada diastema yang terjadi karena pertumbuhan frenum berlebih, dokter mungkin akan melakukan frenektomi guna menghilangkan jaringan berlebih.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar kondisi ini dan perawatannya, konsultasikan kepada dokter.

Ayo tunggu apalagi? Segera reservasi dan konsultasikan kesehatan gigimu di Tami Dental Care. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

]]>
https://tamidentalcare.com/apa-itu-diastema-2/feed/ 0
Jenis Behel Yang Harus Kamu Tahu https://tamidentalcare.com/jenis-behel-yang-harus-kamu-tahu/ https://tamidentalcare.com/jenis-behel-yang-harus-kamu-tahu/#respond Mon, 22 Apr 2024 09:18:44 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2703 Sedang Promo, CALL 0813-1491-2119, klinik gigi anak bandung selatan, klinik gigi buka di hari minggu, klinik keluarga terdekat cimahi, rekomendasi klinik gigi daerah antapani, klinik gigi bandung rating bagus, klinik pasang behel bojongsoang, klinik gigi bojongsoang, rekomendasi orthodentis bojongsoang, tempat perawatan gigi anak bojongsoang, klinik gigi terbaik di bandung, klinik gigi terpercaya, klinik gigi bandung, dokter gigi bandung, klinik gigi cimahi, klinik gigi murah, klinik gigi terdekat, praktik dokter gigi, dokter gigi bandung, klinik gigi bandung, klinik gigi terbaik bandung, cabut gigi anak, dokter gigi anak bandung, pasang behel murah, cabut gigi murah, dokter gigi murah, perawatan gigi berlubang, scaling gigi murah.

  • Kawat gigi konvensional

Kawat gigi berbahan metal mungkin adalah jenis yang paling sering banyak orang gunakan untuk memperbaiki kondisi gigi. Jenis behel gigi konvensional terasa berat pada awal pemasangannya, ini berarti kawat gigi tengah bekerja untuk memberi tekanan agar gigi dapat berpindah ke posisi yang ideal.

Kawat gigi ini cukup efektif mengatasi masalah gigi dan rahang. Selain itu, bracket gigi pada jenis behel konvensional juga tersedia dalam berbagai warna yang bisa Anda pilih sesuai selera.

Akan tetapi, tidak jarang para pengguna kawat gigi ini mengeluhkan rasa sakit ketika memakainya bahkan merasa kesulitan dalam mengunyah. Makanan pun lebih berisiko menempel pada kawat dan bracket gigi.

Lama perawatannya adalah 1-3 tahun bergantung pada kondisi gigi Anda. Setelah perawatan kawat gigi selesai, Anda perlu melanjutkan perawatan menggunakan retainer. Retainer berfungsi untuk menahan posisi baru gigi Anda yang sudah ideal setelah lepas kawat gigi.

  • Behel transparan (clean aligner)

Behel transparan atau yang dikenal juga sebagai celan aligner merupakan salah satu terobosan baru dalam dunia kedokteran gigi dengan menggunakan teknologi 3D.

Jenis behel ini cukup efektif untuk merapikan gigi Anda agar selaras. Lama perawatan biasanya memakan waktu selama 3-9 bulan atau bisa lebih lama bergantung pada kondisi gigi Anda.

Karena tampilannya yang transparan, clean aligner tidak membuat tampilan gigi Anda jadi terlalu mencolok. Selain itu, jenis behel ini juga bisa Anda lepas sendiri sesuai kebutuhan, misalnya saat makan atau sikat gigi. Jadi, tidak ada pantangan makanan selama menggunakan perawatan ini.

Namun, Anda harus berhati-hati saat memilih behel transparan. Sebaiknya, pilih clean aligner berkualitas tinggi dari produsen terpercaya yang sudah tersertifikasi secara internasional. Jangan tergiur oleh penjual yang menawarkan harga murah.

Bila perlu, konsultasikan juga pilihan Anda pada dokter gigi yang tepat. Pastikan juga Anda mendapatkan simulasi senyum sebelum Anda memutuskan memilih produk behel transparan.

  • Kawat gigi ceramic

Jenis kawat gigi lainnya yang bisa Anda pilih bila tak ingin memiliki tampilan yang terlalu mencolok adalah kawat gigi keramik. Keramik yang digunakan untuk bracket gigi biasanya berwarna bening atau serupa dengan warna gigi. Jadi, behel ini seperti hanya menampakkan kawatnya saja.

Sayangnya, kawat gigi keramik bisa berubah warna seiring waktu, terutama bila Anda sering mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat menimbulkan noda gigi seperti kopi dan teh.

Tidak hanya itu, behel yang satu ini lebih rapuh dan mudah pecah, sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bekerja dalam merawat gigi. Biayanya juga lebih mahal daripada jenis kawat gigi konvensional.

  • Kawat gigi lingual

Jenis kawat gigi lingual sama sekali tidak menampakkan tampilan kawat gigi Anda dari luar karena letaknya yang berada pada bagian belakang gigi.

Fungsinya sebenarnya sama seperti behel biasa, tetapi harganya jauh lebih mahal dari kawat gigi metal dan keramik. Hal ini karena pemasangannya jauh lebih rumit. Selain itu, jenis ini mungkin kurang cocok bagi Anda yang memiliki gigi kecil, karena berpotensi menghalangi lidah Anda.

Setelah perawatan kawat gigi lingual selesai, dokter mungkin akan menyuruh Anda untuk menggunakan retainer. Serupa dengan fungsi retainer setelah memakai kawat gigi metal, retainer bekerja untuk menjaga posisi ideal gigi Anda sepanjang hari.

  • Kawat gigi self-ligating (damon)

Pada dasarnya kawat gigi damon atau self-ligating memiliki tampilan yang mirip seperti kawat gigi konvensional. Namun bedanya, jenis kawat gigi ini tidak menggunakan karet elastis, melainkan klip khusus untuk menahan posisi kawat baja pada masing-masing bracket gigi.

Klip dapat meminimalisir gesekan dan memudahkan Anda saat menyikat gigi selama mengikuti prosedur perawatan ortodontik ini. Rasa sakit yang ditimbulkan pun diklaim lebih ringan dibanding jenis konvensional.

Kelebihan lain dari kawat gigi self-ligating adalah bracket-nya yang juga tersedia dalam pilihan keramik atau transparan sehingga tidak terlalu mengganggu penampilan.

Setelah mengetahui tips memilih kawat gigi atau behel berdasarkan jenisnya, konsultasikanlah masalah gigi Anda kepada dokter spesialis ortodonti untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Buat janji pemasangan kawat gigi di penyedia layanan perawatan ortodontik terbaik dan tepercaya yang ada di sekitar rumah Anda.

Ayo tunggu apalagi? Segera reservasi dan konsultasikan kesehatan gigimu di Tami Dental Care. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Call Center utama kami https://wa.me/6281314912119 atau kunjungi Instagram kami https://instagram.com/tamidentalcare?igshid=MzNlNGNkZWQ4Mg==

]]>
https://tamidentalcare.com/jenis-behel-yang-harus-kamu-tahu/feed/ 0
Cara Merawat Retainer Gigi https://tamidentalcare.com/cara-merawat-retainer-gigi/ https://tamidentalcare.com/cara-merawat-retainer-gigi/#respond Tue, 16 Apr 2024 08:31:53 +0000 https://tamidentalcare.com/?p=2701 Cara membersihkan retainer gigi tentu harus hati-hati agar awet digunakan dan tidak mudah rusak. Perlu diketahui bahwa setiap jenis retainer gigi, apakah itu retainer gigi lepasan maupun retainer gigi permanen memiliki cara perawatan yang berbeda.

Cara membersihkan retainer gigi lepasan adalah dengan:

  1. Siapkan sikat gigi, air hangat, dan pasta gigi
  2. Basahi permukaan retainer gigi dengan air bersih
  3. Oleskan pasta gigi pada retainer dan sikat perlahan
  4. Bersihkan dan gosok retainer gigi hingga kotoran terangkat
  5. Bila perlu, rendam retainer gigi ke dalam air hangat selama beberapa menit
  6. Setelah dirasa sudah bersih, bilas seluruh permukaan retainer gigi

Cara membersihkan retainer gigi lepasan di atas perlu dilakukan secara teratur sebelum dan sesudah pemakaian retainer. Untuk penggunaan pasta gigi sendiri bisa diganti dengan obat kumur atau sabun cair.

Cara membersihkan retainer gigi permanen

Cara membersihkan retainer gigi permanen agak sedikit berbeda jika dibandingkan dengan metode perawatan retainer gigi lepasan. Hal itu dikarenakan jenis retainer gigi yang tidak bisa dilepas-pasang sehingga hanya bisa dibersihkan bersamaan dengan menyikat gigi.

Demi menjaga kebersihan retainer gigi, dokter biasanya akan mengajarimu cara flossing gigi. Agar kotoran dan bekas sisa makanan tidak menempel pada retainer, kamu dianjurkan melakukannya 1 kali setiap hari.

Berikut cara membersihkan retainer gigi permanen:

  1. Siapkan benang gigi (dental floss) dengan ukuran panjang yang disesuaikan
  2. Tarik benang dan gerakkan perlahan dari atas ke bawah secara bergantian
  3. Ulangi di setiap sela gigi dan retainer hingga semua area rongga mulut
  4. Akhiri dengan obat kumur untuk membilas dan mengangkat seluruh kotoran

Jika kamu merasa masih ada kotoran mengganjal pada retainer yang sulit dibersihkan, kamu jangan ragu untuk meminta bantuan dokter gigi, ya.

]]>
https://tamidentalcare.com/cara-merawat-retainer-gigi/feed/ 0